Harga Melambung siapa yang Untung

Membaca judul berita itu dikoran rasanya miris juga. Sebagai seorang Ibu dan Istri memang jika kebutuhan naik , mulai berpikir bagaimana mensiasati kenaikan demi kenaikan – kenaikan harga.

Media cetak maupun elektronik yang memang membawa kabar – kabar itu ke masyarakat luas juga merupakan sumber kepanikan yang utama didalam masyarakat, begitu cepatnya kabar tersebar sehingga para distributor dan pengecer semakin leluasa menimbun dan menaikan harga dengan seenaknya.

Tapi itu belum cukup. Setiap kali ditanya kepada para konsumen dengan kenaikan – kenaikan itu , tentunya mereka berkomentar, “ Iya ni bagaimana pemerintah menanggapi hal ini” semua jadi serba susah.

Masyarakat Indonesia memang cenderung manja . Sudah puluhan tahun dimanjakan dengan subsidi – subsidi. Padahal mungkin sebagian masyarakat mungkin belum tahu seperti apa subsidi yang diberikan pemerintah,dari minyak tanah, minyak goreng dan entah apalagi.

Tidak bermaksud memihak Cuma kenapa masyarakat kita tidak terlalu berharap untuk terus meminta bantuan pemerintah melalui subsidi.

Tdak terlalu jauh mencontohkan. Mendengar Subsidi untuk minyak tanah naik didaerah samarinda , Masyarakat berbondong – bondong membeli minyak tanah, padahal di beritakan dikoran itu akan dilaksanakan 2009 mendatang. Sebegitu paniknya masyarakat hingga minyak tanah ditimbun sampai 1 tahun, Padahal kenyataannya. Minyak tanah yang dibeli akan semakin boros dipakai karena stok yang banyak dirumah – rumah akhirnya habis juga ditambah lagi akan sangat berbahaya jika menimbun bahan bakar dirumah bagaimana jika terjadi kebakaran ??

Keunikan lain dimasyarakat adalah meningkatnya daya beli jika mendengar bahan pokok akan naik. Akan terasa aneh mereka bersedia membeli dengan harga yang lebih tinggi. Mengikuti tayangan di TV” Hanya di Indonesia”.

Jadi bagaimana sebenarnya yang diinginkan oleh masyarakat. Besubsidi dan Tidak kehidupan akan terus berjalan.

Memang kebijakan – kebijakan pemerintah yang tidak familier seperti kenaikan BBM dan Tarif – tarif dasar menuimbulkan keresahan, namun jika sudah dijalankan akan berubah normal kembali. “ Hanya diIndonesia” Begitu kembali yang bisa diucapkan. Baiknya adalah Masyarakat harus dibiasakan dengan hidup tanpa subsidi. Karena masyarakat akan semakin malas dan manja dengan itu. Cobalah Media juga mengambil contoh masyarakat – masyarakat miskin yang mandiri. Mereka belum tentu tersentuh subsidi itu. Jangan hanya menyiarkan berita yang ada di tengah kota saja.. Masyarakat kota yang bisanya hanya mengeluh.

Comments

Popular posts from this blog

Life Must Go On

Kendali alat Listrik Rumah Berbasis Microcontroller

ABSTRACT