Janjimu Wahai calon Gubernur KalTim

31 tahun hidup dan tinggal di Kalimantan timur, samarinda seberang khususnya, rasanya biasa – biasa saja. Pergantian walikota, gubernur, camat, dan lurah dan RT sekalipun rasanya sama saja, dan sampai saat ini pun namanya pergantian ketua RT baru 3 kali!! Wah gak maju bangets ya.

Tapi ada sedikit beda saat aku ada di SMP saat itu kebeteluan anak camat di satu sekolah dengan aku, sahabat baik dan dekat , rasanya asik juga dekat dengan anak penguasa. Dan tentunya setiap kegiatan yang melibatkan anak – anak SMP so pasti lerlibat karena anaknya ada disekolah aku..( kan masih jaman KKN)

Apa hubungannya dengan Pilkada, Aku gak pernah bergabung dengan partai politik manapun padahal di kepala ini banyak kritik, rasa gemas dengan kondisi politik di daerah ini. Contoh kata pada saat orde baru , bagaimana Golkar memonopoli kehidupan politik dalam masyarakt dengan merekrut semua lapisan masyarakat dari , Tokoh masyarakat, PNS , ABRI ( sekarang TNI_san), wah gak ada yang terlewat pokoke. Ada lagi program ABGnya, ABRI, Birokrat dan Golongan. Sampai – samapi berpaling ke lain hati secara diam – diam pun akan ketahuan. Dan uniknya dirumahku sendiri sudah wanti – wanti “ Udahlah ikut aja daripada dipersulit Pak RT “.

Lanjut hingga aku mengejar impian dengan bekerja di sebuah perusahaan kayu. Saat itu ingin rasanya ikut bergabung dengan salah satu parpol, mendapat atributnya rasanya terasa aneh dan kilah orang rumah “ udahlah gak usah yang aneh – aneh” kondisi saat itu memang partai Golkar masih sangat berkuasa. Wah.. masih nehh intimidasi hak untuk berserikat dan mengeluarkan pendapat dibelenggu( hua.. huaa..)

Ah.. akhirnya sampai aku memutuskan dengan tidak terlibat politikpun aku jadi enggan partisipasinya di kampanye apapun, baik parpol maupun pemilihan kepala daerah.

Tidak bermaksud apatis, selama ini mungkin aku saja yang tidak ngeh dengan program – program yang ditawarkan parpol atau apalah namanya tidak ada perubahan signifikan yang terjadi didaerah samarinda, semua kondisi infrastruktur tidak ada yang mulus, gedung – gedung bertingkat tidak juga banyak, jalan – jalan gang masih rusak dan becek, perumahan dinagun untuk menengah keatas dan pengemispun makin banyak di lampu merah, Sampah dimana – mana, pedagang – pedagang liar memenuhi jalan – jalan, Belum lagi aparat di kelurahan yang katanya semua serba gratis dan cepat pengerjaannya. Malah tetap meminta uang jasa.( Gimana nee????),,,

Kembali ke Pilkada..

Di jalan – jalan utama sudah terpampang para calon KT 1 dan pasangannya masing – masing, ada calon yang familiar di masyarakat samarinda, ada juga yang tidak dikenal sama sekali. Rata – rata para calon gubernur adalah pejabat – pejabat daerah. Misalnya saja. Amins yang saat ini Walikota samarinda, Yusuf SK walikota Tarakan dan Awang Farouk Ishak Bupati Kutim. Dan rencanaya kemarin Syaukani HR yang saat ini tersangkut maslah korupsi di Kutai Kartanegara ikut Ke KT 1, Tapi tinggal kenangan karena terlibat Proyek bandara di Loa Kulu di Kukar.

KT 1 memang mengiurkan tapi tetap aku gak ngeh sama Pilkada, tapi yang menarik saat – saat pilkada ne adalah rejeki bagi ibu – ibu majelis tak’lim atau shalawat, karena team – team sukses para Cagub memberikan mereka baju seragam dan rebana dan tentunya sumbangan untuk kumpulan ibu – ibu. Kenapa gak terlibat aja ya di sana biar dapat untung juga( Cpe Deh).

Pilkada seperti apa sebenarnya yang kuinginkan entah lah ku apatis soal ini masalah hidup, cita – cita dan semua keinginanku gak ada kaitanya dengan siapa yang berkuasa didaerah. Semua berjalan sesuai dengan keinginanku dan lagi siapa sih aku?

Ada banyak orang seperti aku, penggembira tidak, partisan juga tidak jadi siapapun yang berkuasa didaerah ini bawalah perubahan mendasar yang menyentuh semua lapisan masyarakat, jangan hanya menerima masukan dari orang – orang yang sudah kenyang memberi masukan baik maupun buruk.

Comments

Popular posts from this blog

Life Must Go On

Kendali alat Listrik Rumah Berbasis Microcontroller

ABSTRACT