Kapan dirimu bisa berubah

MASALAH KUNCI Dan KUNCI PERMASALAHAN

Polnes, Samarinda, Rapat koordinasi dadakan yang dilakukan oleh staff Pengajar di Program Study Teknologi Informasi Kamis 22 Nopember 2007, masih menyisakan PR baru bagi pengelola TI, Belum kondusifnya kondisi di TI masih menyisakan tanda Tanya besar apakah ini akan menjadi baik atau akan menambah kurang kondusifnya suasana dilingkungan Staff pengajar. Inti permasalahan sendiri sebenarnya diawali oleh sering ditinggalnya kantor jurusan oleh pengelola PSTI, entah itu oleh Kepala program study, Sekprody ataupun oleh Administrasinya sendiri. Padahal jika mengacu pada Tupoksi yang ada notabene mereka adalah pegawai negeri Sipil yang jam kerja untuk dilingkungan Politeknik Negeri Samarinda Adalah dimulai pukul 07.30 hingga pukul 14.30. Tapi pada kenyataannya jarang terlihat pengelola dan staffnya hadir bersamaan pada jam kerja. Dan Atau jam kerja khusus untuk pengelola TI adalah pukul 9.00 setiap harinya.

Rapat dadakan itu pada intinya adalah menanyakan apa saja kegiatan Sekprodi yang selama ini selalu terlihat sangat sibuk. Sehingga semua pekerjaan ataupun pengajaran oleh staff lainnya dirasa mengganggu. Setelah dikonfortir dan setelah dirunut satu persatu masalahnya, Ternyata dimulai dengan “kunci – kunci” lemari yang menjadikan sebab mengapa sang Sekprodi bersikap seolah – olah PSTI tidak punya masalah. Hanya itu kah? Sekprodi merasa selama ini haknya sebagai pengelola TI yan sah tidak lagi diberi kewenangan untuk mengatur ATK ataupun kunci – kunci yang lemari yang didalamnya berisi peralatan – peralatan ATK. Tentunya ada alas an kenapa kunci tersebut tidak diberikan ke sekprodi, masalahnya adalah pada saat pemindahan peralatan – peralatan kedalam lemari yang terkunci sekprodi tidak pernah terlibat dimana posisi sekprodi saat itu terlihat sibuk dan seperti tidak ada masalah dengan hal tersebut. Mungkin akibat ketidaktahuan sekprodi bahwa kunci – kunci lemari semua sudah diserahkan kepada sang Administrasi yang pada saat terjadi rapat tidak hadir. Tapi yang masih menjadi kendala kunci adalah bahwa sang adminstrasi ternyata sering berhalangan hadir di kantor atau memang sering tidak hadir dengan alasan yang masih tidak jelas setiap kali ditanya.

Dalam Rapat itu juga juga dibahas bagaimana sang sekprodi disemester ganjil ini ternyata tidak memegang satupun matakuliah. Padahal load yang dipegang oleh staff pengajar lain sudah dirasakan overload jam pengajaran. Dalam dalihnya sekprody mengutarakan kalau beliaunya ingin berkonsentrasi dengan pengelolaan administrasi dan persiapan untuk mengikuti program S2.( ehmm..), dan menurut staff pengajar lain itu sungguh tidak fair dan jawaban yang tidak masuk akal, karena seorang direktur sekalipun masih harus menjalankan tugas pokoknya sebagai seorang staff pengajar apalagi hanya seorang sekprody. Sebegitu berat kah pekerjaan seorang sekprody sehingga harus meninggalkan tugas pokoknya sebagai seorang pengajar?!. Sejauh ini belum ada kesimpulan yang jelas hasil untuk sekprodi yang tidak mengajar untuk semester ganjil ini.

Disesi selanjutnya adalah transparasi dana – dana TI. Selama ini sejak KaPSTI dijabat oleh KaPSTI yang sekarang . KaPSTI merasa tidak pernah diberi informasi yang jelas mengenai aliran dana – dana TI entah itu yang bersifat RAB untuk program regular ataupun yang Non Reguler. Dan diperparah lagi dengan sikap dari sekprodi yang semua pengeluaran dan pemasukan dana tersebut tidak terecord dengan baik. Kesimpulannya adalah sekprodi tidak pernah melaporkan kasflow dari pejabat KaPSTI yang lama ke Yang baru. Celakanya lagi Dana perimbangan untuk kelas Non regular yang seharusnya TI mendapat 70% dari itu belum dibuat rancangannya. Sampai disini ternyata bisa disimpulkan bahwa TI sudah memiliki Sekprodi yang salah. Padahal pernah terdengar pada saat dulu sekprodi tidak ingin diangkat “ A’a Gym pernah berkata jangan menerima suatu pekerjaan jika kamu tidak merasa mampu untuk mengejakannya. Atau masih belum bisa memegang Amanah. Lantas ini bagaimana apakah ini akan terus berlanjut. Jika ini diumpamakan luka. Luka itu nyaris hampir menjadi tetanus. Dan Jika ini adalah perjalanan kita sudah ada ditengah – tengah perjalanan. Apakah akan dimulai lagi dari Awal atau sambil berjalan system ini harus diperbaiki dengan cepat. wawlahhuaallamBishob seperti itu yang sering tertulis jika itu merupakan hal yang belum pasti.

Akhirnya Rapat tidak menghasilkan apa – apa hanya menyisakan pertanyaan baru, Apakah ini akan terus berlanjut kebrobrokan administrasi TI dan mengapa belum ada komitmen yang jelas untuk memperbaiki system yang mulai rusak. Semoga saja Penulis masih punya semangat untuk tetap menjadi pemacu semangat. Becik ketitik olo ketolo kata mantan presiden suharto Merdeka(^-^).

Comments

Popular posts from this blog

Life Must Go On

Kendali alat Listrik Rumah Berbasis Microcontroller

ABSTRACT