IN MEMORIAM MY OLD SISTER

Oktober 28,2010, 09.39 AM
Sejak remaja memang kakakku  tergolong perempuan biasa – biasa saja, terlahir dar keluarga yang biasa sebagai anak tertua dari 7 bersaudara, Namun begitu sebenarnya orangtua kami  tidak terlalu membebankan mengurus adik kepada kami kakaknya. Walaupun Dia  hanya lulusan sekolah Dasar oleh orang tua Dia pernah  di kursuskan menjahit pada waktu itu.
Walaupun begitu kakak  pernah bekerja di sebuah perusahaan kayu  selama hampir 1 tahun ,  Kakakku  menikah di usia yang sangat muda, Saat itu usianya  baru menginjak 17 tahun,  Sepertinya dia  menikah karena MBA ,
Perjalanan perkawinan kakakku dengan suaminya  terbilang sangat sulit, suaminya  hanya bekerja sebagai  tukang tambang istilahnya untuk  kapal pengangkut penumpang dari samarinda seberang ke pelabuhan, tidak mencukupi kebutuhan kami sehari – hari. Akhirnya kakakpun  membantu perekonomian keluarga dengan bekerja lagi sebagai karyawati  di perusahaan  kayu di daerahku,
Sementara jika bekerja anaknya  yang tertua waktu itu berusia  4 tahun sering  di titipkan dengan orang tuaku ataupun mertuanya .  Sejak itu perekonomiannya  mulai lumayan, walaupun suaminya  tetap dengan pekerjaan lamanya. Entah apa yang di usahakannya waktu itu, dia orang yang punya banyak rencana dan ambisi. Tidak jarang aku juga mendengar kalau dia juga suka main dengan perempuan . Itu adalah sepenggal cerita dari kakak tertua aku yang selalu di hianati oleh suaminya dengan. Pernah suatu kali iparku menikah dengan seorang perempuan kaya untuk hanya untuk mendapatkan modal membuka usaha. Tapi berselang  lama kemudian sepertinya dia berpisah dengan istrinya dan kembali ke rumah kakakku. Ibu pernah bertanya kenapa  kakaku mengijinkan suaminya untuk menikah lagi dengan perempuan kaya itu, kakakku hanya menjawab itu dilakukannya semata untuk mendapat modal dari perempuan itu.  hmmm sungguh laki – laki macam apa iparku ini.  
Kalau saja aku berada pada posisi kakaku.. mungkin akan lain ceritanya karena isi kepala dan pemikiran tentunya berbeda. Mungkin karena posisi diri yang lemah sehingga membuat perempuan harus berhadapan dengan hal ini.
Sejak bekerja membantu perekonomian keluarga kakakku sepertinya memang sudah tau kelakuan buruk suaminya. Mungkin saja karena iparku merasa dirinya masih gagah dan bisa menarik minat perempuan lain sehingga dia bisa berbuat seenaknya menghianati  istrinya. Tidak satu kali atau dua kali aku dengar kalau iparku suka sekali main gila dengan perempuan lain, bahkan dia nekat  sampai mengawininya. Dari sisi positif tentunya dengan mengawininya dia tidak melakukan hal zinah tapi  disisi lain sudahkah dia meminta ijin dengan istrinya kalau ingin menikah dengan perempuan lain. Sebagai orang yang hanya mendengar dari orang lain dengan keluhannya tentunya aku hanya bisa menduga dan mereka apa yang ada di dalam hati kakakku. Sudah bosan, sudah terbiasa dan akhirnya membiarkan ini terjadi di depan matanya asalkan semua kebutuhan di rumahnya semua tercukupi, uang sekolah uang rumah air listrik semua bisa terselesaikan.
Saat ini aku mendengar lagi bahwa kakak iparku mempunyai istri baru lagi, konon katanya seorang perempuan muda yang seumur dengan anak tertua kakakku. Kakakku sekarang juga kondisinya selalu sakit – sakitan. Dilihat memang kakaku memendam kepedihannya di balik wajah masam nya. Jarang sekali kakaku bisa tersenyum bahagia itu yang memang aku rasakan. Sebagai sesama  perempuan siapa yang mau disakiti hanya saja itulah jalan hidupnya. Mungkin saja apa yang dilakukannya adalah yang terbaik untuk dirinya.
Tidak seorangpun tau isi hatnya.. Yang melihatpun hanya memandang kasihan atau iba. Tapi tampaknya itu juga tidak mengembalikan suaminya hanya untuk dia dan keluarganya.
Kita tidak bisa menyamakan apa yang ada didalam diri kita dengan orang lain walaupun itu adalah saudara kita sendiri. Manusia tentunya punya jalan sendiri – sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah bahwa  jalani hidup dan menikmati hidup dengan bersyukur dengan apa yang kita punya.

Desember, 30,2010, 9.46 AM
Demi Allah Tidak ada seorangpun Tau Kuasa Allah saat Tulisan ini ku buat Tak ingin sedikitpun aku kehilangan sosok seorang kakak.. Namun Allah memang ber kehendak lain.. bahwa Allah lah yang ingin memberi semua kebahagiaan yang di inginkan didalam hatinya dengan mengambilnya. Dengan lebih menyayanginya kelak di surga.. Demi Allah Semoga Kakaku tercinta diberikan Tempat Yang paling indah termpat yang paling penuh rasa cinta dan penuh kasih sayang dan menjadi Bidadari yang tercantik yang ada di surga Amin...

Comments

Popular posts from this blog

Life Must Go On

Kendali alat Listrik Rumah Berbasis Microcontroller

ABSTRACT